Persyaratan :
A. Lomba Nasyid Tingkat Nasional
- Satu tim nasyid min. 4 orang & maks. 6 orang (sudah termasuk pemain musik)
- Usia 17 – 30 tahun
- Setiap tim boleh menampilkan nasyidnya secara acapella (tanpa alat musik), menggunakan minus one (latar belakang musik) maupun dengan alat musik/perkusi.
- Semua kebutuhan pendukung (CD/laptop minus one, alat music/perkusi) disiapkan sendiri oleh masing-masing tim nasyid.
- Tidak sedang terikat kontrak dengan label manapun, dengan membuat surat pernyataan bahwa ketika mengikuti festival ini dan jika nanti menjadi pemenang, peserta tidak sedang dalam ikatan kontrak dengan label rekaman manapun.
B. Lomba Marawis Tingkat Nasional
- Satu grup marawis min. 6 orang & maks. 12 orang
- Usia 15 – 30 tahun
- Semua kebutuhan pendukung (alat-alat musik) disiapkan sendiri oleh masing-masing grup.
- Membawakan 1 buah lagu, durasi maksimal 7 menit.
C. Lomba Jingle Islamic Book Fair
- Jingle yang dibuat merupakan hasil karya asli yang membuat, bukan plagiat.
- Lagu Jingle yang dibuat belum pernah digunakan untuk lagu jingle apa pun dan belum pernah dipublikasikan di media manapun.
- Mengirimkan hasil karyanya (jingle yang dibuat) dalam bentuk WAV beserta teks lagu, biodata pengirim dan nomor yang bisa dihubungi, melalui email ke : byru_80@yahoo.com dan cc ke : lombaislamicbookfair@yahoo.com
- Setiap peserta boleh mengirimkan karyanya lebih dari 1 (satu).
- Jingle yang terpilih akan menjadi hak milik panitia dan akan digunakan di acara Islamic Book Fair setiap tahunnya.
* Syarat dan ketentuan berlaku
* Info selengkapnya bisa menghubungi : Guntur (08170947299), Epi (08174881313)
*Hadiah : Uang tunai, Trophy, dan Pembuatan album kompilasi Ramadhan oleh Forte Records (untuk lomba nasyid)
Rabu, 25 Mei 2011
Dari al-Bara’ bin ‘Azib radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Tidaklah dua orang muslim saling bertemu kemudian berjabat tangan, kecuali akan diampuni (dosa-dosa) mereka berdua sebelum mereka berpisah.“
HR Abu Dawud (no. 5212), at-Tirmidzi (no. 2727), Ibnu Majah (no. 3703) dan Ahmad (4/289), dinyatakan shahih oleh syaikh al-Albani dengan berbagai jalur dan pendukungnya dalam kitab Silasilatul Ahaaditsish Shahiihah (no. 525).
“Tidaklah dua orang muslim saling bertemu kemudian berjabat tangan, kecuali akan diampuni (dosa-dosa) mereka berdua sebelum mereka berpisah.“
HR Abu Dawud (no. 5212), at-Tirmidzi (no. 2727), Ibnu Majah (no. 3703) dan Ahmad (4/289), dinyatakan shahih oleh syaikh al-Albani dengan berbagai jalur dan pendukungnya dalam kitab Silasilatul Ahaaditsish Shahiihah (no. 525).
Keutamaan Berjabat Tangan Ketika Bertemu
Dari al-Bara’ bin ‘Azib radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Tidaklah dua orang muslim saling bertemu kemudian berjabat tangan, kecuali akan diampuni (dosa-dosa) mereka berdua sebelum mereka berpisah.“
HR Abu Dawud (no. 5212), at-Tirmidzi (no. 2727), Ibnu Majah (no. 3703) dan Ahmad (4/289), dinyatakan shahih oleh syaikh al-Albani dengan berbagai jalur dan pendukungnya dalam kitab Silasilatul Ahaaditsish Shahiihah (no. 525).
“Tidaklah dua orang muslim saling bertemu kemudian berjabat tangan, kecuali akan diampuni (dosa-dosa) mereka berdua sebelum mereka berpisah.“
HR Abu Dawud (no. 5212), at-Tirmidzi (no. 2727), Ibnu Majah (no. 3703) dan Ahmad (4/289), dinyatakan shahih oleh syaikh al-Albani dengan berbagai jalur dan pendukungnya dalam kitab Silasilatul Ahaaditsish Shahiihah (no. 525).
Bismillahirrohmanirrohiim
Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakaatuh
Sudah menjadi realita kehidupan ini, hal yang sering kita temukan dalam kehidupan sehari- hari, ternyata kebahagiaan yang kita rindukan, bukanlah hal yang mudah untuk didapat.
Kita sering sekali menemukan orang pusing dan mengeluh karena tidak punya uang, dimana dalam waktu yang bersamaan, kita temukan mereka yang berduit, mengeluh karena stress, dan gelisah.
Sekalipun harta yang dimilikinya serta jabatan yang diterimanya, ternyata bukanlah jaminan bagi seseorang untuk bahagia dan kaya.
Jadi apa sebenarnya yang dikatakan kaya itu ?
Rasulullah SAW bersabda : ” laisalghina,mankatsura maaluhu,lakinnal ginaa, ginanafs = Tidaklah yang dikatakan kaya, orang yang banyak hartanya, tetapi yang dikatakan kaya, adalah mereka yang kaya akan jiwanya “.
Jadi apa yang sebenarnya dicari manusia didunia ini ?.” Itu dianya, kekayaan jiwa, bahagia lahir dan bathin “.
Coba kita melihat illustrasi di bawah ini :
Bayangkan, jika ada sebuah rumah, didalamnya terdapat meja makan dengan makanan yang lezat , serta segala macam aksesorisnya yang indah, membuat lega mata memandang, terbit selera karenanya, tetapi rumah itu terkunci rapat, bahkan digembok .Manakah yang kita pikirkan lebih dahulu, hidangan yang lezatkah , atau kunci rumahnya yang kita cari dahulu ?”
Siapapun orangnya yang mempunyai pikiran normal, pasti yang dicarinya dulu adalah kunci rumahnya , mati-matian ia mencari kunci tersebut. Bila tidak punya kunci rumah, sama saja dengan menyiksa diri, dengan membuat penderitaan yang tiada bertepi, didera keinginan yang tidak tercapai.
Yakinlah, kenyataan hidup tidak jauh beda dengan illustrasi diatas. Untuk menikmati hidup ini tanpa mengetahui kuncinya, maka kebahagiaan itu, hanya tinggal angan-angan belaka, kalaupun merasa mendapatkannya, hanyalah semu belaka, bak orang yang kehausan ditengah jalan, melihat dari kejauhan, yang dilihatnya air, setelah didekati, ternyata fatamorgana belaka. Kenapa hal itu sampai terjadi ? Karena ia tidak punya kuncinya. Tidak dipegang erat-erat kunci tersebut. Pernah dipegang, dipinjamkan, tapi hilang, karena tak digenggam kuat.
Sayang sekali, banyak diantara kita sibuk memikirkan hidangan lezat yang ada dimeja makan, ketimbang memikirkan ataupun mencari dan berusaha memiliki kunci rumahnya.
Inilah salah satu penyebab mengapa hidup kita menjadi sulit mendapatkan kebahagiaan, dan ketenangan, yang akhirnya berpindah menjadi rasa takut, cemas, was-was, gelisah, khawatir, sakit hati, buruksangka ,hasad, iri, riya, taadzub, sombong , dan sebagainya.
Lantas,bagaimana cara meraih kunci itu ?.
Mari sama-sama kita menelaah dan meneliti, serta merenungi apa yang dipaparkan berikutnya :
Sebelum memulai melihat kunci itu, ingin kita melihat dulu Syair dibawah ini , yang saya terjemahkan dari Syair bahasa Arab
” Jika Engkau tidak berusaha mencapai kunci daripada rahasia kesuksesan hidup ini dengan akal dan daya upayamu, serta menempati rumusnya, maka yakinlah engkau akan selalu berada didalam kegelisahan dan kesengsaraan “.
” Dan bila Engkau menginginkan kebahagiaan,maka berbuatlah demi untuk mencapai kesuksesan itu, carilah jalan , serta kuncinya “.
” Jika Engkau mencari kesuksesan, maka pada hakikatnya, kesuksesan itu berada ditanganmu “.
Dan jika Engkau termasuk didalam orang yang mendapatkan kebahagiaan itu, maka dengan akalmu tetaplah dalam tiga hal ini :
== Tetap berada di Jalan HidayahNya.
== Menyempurnakan ketaqwaanmu.
== Makanlah makanan yang halal, baik dan bergizi.
Betapa banyaknya orang yang fakir hidup dan mati, namun ia selalu mensyukuri nikmat, dan kebahagiaan dari Allah ta’ala yang diberikan padanya.
Dan betapa banyak pula orang kaya yang hidup dan mati, sementara ia selalu berkeluh kesah, dan mengeluhkan akan keadaannya, serta kegersangan yang dihadapinya.
BErsambung
Wassalamu'alaikum
Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakaatuh
Sudah menjadi realita kehidupan ini, hal yang sering kita temukan dalam kehidupan sehari- hari, ternyata kebahagiaan yang kita rindukan, bukanlah hal yang mudah untuk didapat.
Kita sering sekali menemukan orang pusing dan mengeluh karena tidak punya uang, dimana dalam waktu yang bersamaan, kita temukan mereka yang berduit, mengeluh karena stress, dan gelisah.
Sekalipun harta yang dimilikinya serta jabatan yang diterimanya, ternyata bukanlah jaminan bagi seseorang untuk bahagia dan kaya.
Jadi apa sebenarnya yang dikatakan kaya itu ?
Rasulullah SAW bersabda : ” laisalghina,mankatsura maaluhu,lakinnal ginaa, ginanafs = Tidaklah yang dikatakan kaya, orang yang banyak hartanya, tetapi yang dikatakan kaya, adalah mereka yang kaya akan jiwanya “.
Jadi apa yang sebenarnya dicari manusia didunia ini ?.” Itu dianya, kekayaan jiwa, bahagia lahir dan bathin “.
Coba kita melihat illustrasi di bawah ini :
Bayangkan, jika ada sebuah rumah, didalamnya terdapat meja makan dengan makanan yang lezat , serta segala macam aksesorisnya yang indah, membuat lega mata memandang, terbit selera karenanya, tetapi rumah itu terkunci rapat, bahkan digembok .Manakah yang kita pikirkan lebih dahulu, hidangan yang lezatkah , atau kunci rumahnya yang kita cari dahulu ?”
Siapapun orangnya yang mempunyai pikiran normal, pasti yang dicarinya dulu adalah kunci rumahnya , mati-matian ia mencari kunci tersebut. Bila tidak punya kunci rumah, sama saja dengan menyiksa diri, dengan membuat penderitaan yang tiada bertepi, didera keinginan yang tidak tercapai.
Yakinlah, kenyataan hidup tidak jauh beda dengan illustrasi diatas. Untuk menikmati hidup ini tanpa mengetahui kuncinya, maka kebahagiaan itu, hanya tinggal angan-angan belaka, kalaupun merasa mendapatkannya, hanyalah semu belaka, bak orang yang kehausan ditengah jalan, melihat dari kejauhan, yang dilihatnya air, setelah didekati, ternyata fatamorgana belaka. Kenapa hal itu sampai terjadi ? Karena ia tidak punya kuncinya. Tidak dipegang erat-erat kunci tersebut. Pernah dipegang, dipinjamkan, tapi hilang, karena tak digenggam kuat.
Sayang sekali, banyak diantara kita sibuk memikirkan hidangan lezat yang ada dimeja makan, ketimbang memikirkan ataupun mencari dan berusaha memiliki kunci rumahnya.
Inilah salah satu penyebab mengapa hidup kita menjadi sulit mendapatkan kebahagiaan, dan ketenangan, yang akhirnya berpindah menjadi rasa takut, cemas, was-was, gelisah, khawatir, sakit hati, buruksangka ,hasad, iri, riya, taadzub, sombong , dan sebagainya.
Lantas,bagaimana cara meraih kunci itu ?.
Mari sama-sama kita menelaah dan meneliti, serta merenungi apa yang dipaparkan berikutnya :
Sebelum memulai melihat kunci itu, ingin kita melihat dulu Syair dibawah ini , yang saya terjemahkan dari Syair bahasa Arab
” Jika Engkau tidak berusaha mencapai kunci daripada rahasia kesuksesan hidup ini dengan akal dan daya upayamu, serta menempati rumusnya, maka yakinlah engkau akan selalu berada didalam kegelisahan dan kesengsaraan “.
” Dan bila Engkau menginginkan kebahagiaan,maka berbuatlah demi untuk mencapai kesuksesan itu, carilah jalan , serta kuncinya “.
” Jika Engkau mencari kesuksesan, maka pada hakikatnya, kesuksesan itu berada ditanganmu “.
Dan jika Engkau termasuk didalam orang yang mendapatkan kebahagiaan itu, maka dengan akalmu tetaplah dalam tiga hal ini :
== Tetap berada di Jalan HidayahNya.
== Menyempurnakan ketaqwaanmu.
== Makanlah makanan yang halal, baik dan bergizi.
Betapa banyaknya orang yang fakir hidup dan mati, namun ia selalu mensyukuri nikmat, dan kebahagiaan dari Allah ta’ala yang diberikan padanya.
Dan betapa banyak pula orang kaya yang hidup dan mati, sementara ia selalu berkeluh kesah, dan mengeluhkan akan keadaannya, serta kegersangan yang dihadapinya.
BErsambung
Wassalamu'alaikum
Kunci Sukses (1)
Bismillahirrohmanirrohiim
Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakaatuh
Sudah menjadi realita kehidupan ini, hal yang sering kita temukan dalam kehidupan sehari- hari, ternyata kebahagiaan yang kita rindukan, bukanlah hal yang mudah untuk didapat.
Kita sering sekali menemukan orang pusing dan mengeluh karena tidak punya uang, dimana dalam waktu yang bersamaan, kita temukan mereka yang berduit, mengeluh karena stress, dan gelisah.
Sekalipun harta yang dimilikinya serta jabatan yang diterimanya, ternyata bukanlah jaminan bagi seseorang untuk bahagia dan kaya.
Jadi apa sebenarnya yang dikatakan kaya itu ?
Rasulullah SAW bersabda : ” laisalghina,mankatsura maaluhu,lakinnal ginaa, ginanafs = Tidaklah yang dikatakan kaya, orang yang banyak hartanya, tetapi yang dikatakan kaya, adalah mereka yang kaya akan jiwanya “.
Jadi apa yang sebenarnya dicari manusia didunia ini ?.” Itu dianya, kekayaan jiwa, bahagia lahir dan bathin “.
Coba kita melihat illustrasi di bawah ini :
Bayangkan, jika ada sebuah rumah, didalamnya terdapat meja makan dengan makanan yang lezat , serta segala macam aksesorisnya yang indah, membuat lega mata memandang, terbit selera karenanya, tetapi rumah itu terkunci rapat, bahkan digembok .Manakah yang kita pikirkan lebih dahulu, hidangan yang lezatkah , atau kunci rumahnya yang kita cari dahulu ?”
Siapapun orangnya yang mempunyai pikiran normal, pasti yang dicarinya dulu adalah kunci rumahnya , mati-matian ia mencari kunci tersebut. Bila tidak punya kunci rumah, sama saja dengan menyiksa diri, dengan membuat penderitaan yang tiada bertepi, didera keinginan yang tidak tercapai.
Yakinlah, kenyataan hidup tidak jauh beda dengan illustrasi diatas. Untuk menikmati hidup ini tanpa mengetahui kuncinya, maka kebahagiaan itu, hanya tinggal angan-angan belaka, kalaupun merasa mendapatkannya, hanyalah semu belaka, bak orang yang kehausan ditengah jalan, melihat dari kejauhan, yang dilihatnya air, setelah didekati, ternyata fatamorgana belaka. Kenapa hal itu sampai terjadi ? Karena ia tidak punya kuncinya. Tidak dipegang erat-erat kunci tersebut. Pernah dipegang, dipinjamkan, tapi hilang, karena tak digenggam kuat.
Sayang sekali, banyak diantara kita sibuk memikirkan hidangan lezat yang ada dimeja makan, ketimbang memikirkan ataupun mencari dan berusaha memiliki kunci rumahnya.
Inilah salah satu penyebab mengapa hidup kita menjadi sulit mendapatkan kebahagiaan, dan ketenangan, yang akhirnya berpindah menjadi rasa takut, cemas, was-was, gelisah, khawatir, sakit hati, buruksangka ,hasad, iri, riya, taadzub, sombong , dan sebagainya.
Lantas,bagaimana cara meraih kunci itu ?.
Mari sama-sama kita menelaah dan meneliti, serta merenungi apa yang dipaparkan berikutnya :
Sebelum memulai melihat kunci itu, ingin kita melihat dulu Syair dibawah ini , yang saya terjemahkan dari Syair bahasa Arab
” Jika Engkau tidak berusaha mencapai kunci daripada rahasia kesuksesan hidup ini dengan akal dan daya upayamu, serta menempati rumusnya, maka yakinlah engkau akan selalu berada didalam kegelisahan dan kesengsaraan “.
” Dan bila Engkau menginginkan kebahagiaan,maka berbuatlah demi untuk mencapai kesuksesan itu, carilah jalan , serta kuncinya “.
” Jika Engkau mencari kesuksesan, maka pada hakikatnya, kesuksesan itu berada ditanganmu “.
Dan jika Engkau termasuk didalam orang yang mendapatkan kebahagiaan itu, maka dengan akalmu tetaplah dalam tiga hal ini :
== Tetap berada di Jalan HidayahNya.
== Menyempurnakan ketaqwaanmu.
== Makanlah makanan yang halal, baik dan bergizi.
Betapa banyaknya orang yang fakir hidup dan mati, namun ia selalu mensyukuri nikmat, dan kebahagiaan dari Allah ta’ala yang diberikan padanya.
Dan betapa banyak pula orang kaya yang hidup dan mati, sementara ia selalu berkeluh kesah, dan mengeluhkan akan keadaannya, serta kegersangan yang dihadapinya.
BErsambung
Wassalamu'alaikum
Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakaatuh
Sudah menjadi realita kehidupan ini, hal yang sering kita temukan dalam kehidupan sehari- hari, ternyata kebahagiaan yang kita rindukan, bukanlah hal yang mudah untuk didapat.
Kita sering sekali menemukan orang pusing dan mengeluh karena tidak punya uang, dimana dalam waktu yang bersamaan, kita temukan mereka yang berduit, mengeluh karena stress, dan gelisah.
Sekalipun harta yang dimilikinya serta jabatan yang diterimanya, ternyata bukanlah jaminan bagi seseorang untuk bahagia dan kaya.
Jadi apa sebenarnya yang dikatakan kaya itu ?
Rasulullah SAW bersabda : ” laisalghina,mankatsura maaluhu,lakinnal ginaa, ginanafs = Tidaklah yang dikatakan kaya, orang yang banyak hartanya, tetapi yang dikatakan kaya, adalah mereka yang kaya akan jiwanya “.
Jadi apa yang sebenarnya dicari manusia didunia ini ?.” Itu dianya, kekayaan jiwa, bahagia lahir dan bathin “.
Coba kita melihat illustrasi di bawah ini :
Bayangkan, jika ada sebuah rumah, didalamnya terdapat meja makan dengan makanan yang lezat , serta segala macam aksesorisnya yang indah, membuat lega mata memandang, terbit selera karenanya, tetapi rumah itu terkunci rapat, bahkan digembok .Manakah yang kita pikirkan lebih dahulu, hidangan yang lezatkah , atau kunci rumahnya yang kita cari dahulu ?”
Siapapun orangnya yang mempunyai pikiran normal, pasti yang dicarinya dulu adalah kunci rumahnya , mati-matian ia mencari kunci tersebut. Bila tidak punya kunci rumah, sama saja dengan menyiksa diri, dengan membuat penderitaan yang tiada bertepi, didera keinginan yang tidak tercapai.
Yakinlah, kenyataan hidup tidak jauh beda dengan illustrasi diatas. Untuk menikmati hidup ini tanpa mengetahui kuncinya, maka kebahagiaan itu, hanya tinggal angan-angan belaka, kalaupun merasa mendapatkannya, hanyalah semu belaka, bak orang yang kehausan ditengah jalan, melihat dari kejauhan, yang dilihatnya air, setelah didekati, ternyata fatamorgana belaka. Kenapa hal itu sampai terjadi ? Karena ia tidak punya kuncinya. Tidak dipegang erat-erat kunci tersebut. Pernah dipegang, dipinjamkan, tapi hilang, karena tak digenggam kuat.
Sayang sekali, banyak diantara kita sibuk memikirkan hidangan lezat yang ada dimeja makan, ketimbang memikirkan ataupun mencari dan berusaha memiliki kunci rumahnya.
Inilah salah satu penyebab mengapa hidup kita menjadi sulit mendapatkan kebahagiaan, dan ketenangan, yang akhirnya berpindah menjadi rasa takut, cemas, was-was, gelisah, khawatir, sakit hati, buruksangka ,hasad, iri, riya, taadzub, sombong , dan sebagainya.
Lantas,bagaimana cara meraih kunci itu ?.
Mari sama-sama kita menelaah dan meneliti, serta merenungi apa yang dipaparkan berikutnya :
Sebelum memulai melihat kunci itu, ingin kita melihat dulu Syair dibawah ini , yang saya terjemahkan dari Syair bahasa Arab
” Jika Engkau tidak berusaha mencapai kunci daripada rahasia kesuksesan hidup ini dengan akal dan daya upayamu, serta menempati rumusnya, maka yakinlah engkau akan selalu berada didalam kegelisahan dan kesengsaraan “.
” Dan bila Engkau menginginkan kebahagiaan,maka berbuatlah demi untuk mencapai kesuksesan itu, carilah jalan , serta kuncinya “.
” Jika Engkau mencari kesuksesan, maka pada hakikatnya, kesuksesan itu berada ditanganmu “.
Dan jika Engkau termasuk didalam orang yang mendapatkan kebahagiaan itu, maka dengan akalmu tetaplah dalam tiga hal ini :
== Tetap berada di Jalan HidayahNya.
== Menyempurnakan ketaqwaanmu.
== Makanlah makanan yang halal, baik dan bergizi.
Betapa banyaknya orang yang fakir hidup dan mati, namun ia selalu mensyukuri nikmat, dan kebahagiaan dari Allah ta’ala yang diberikan padanya.
Dan betapa banyak pula orang kaya yang hidup dan mati, sementara ia selalu berkeluh kesah, dan mengeluhkan akan keadaannya, serta kegersangan yang dihadapinya.
BErsambung
Wassalamu'alaikum
Sahabat, pasti kau tahu bunga mawar. Bunga yang sering menjadi lambang dari cinta, romantisme, bunga yang warnanya tegas, jika ia berwarna merah, maka ia akan berwarna merah darah, pekat! Jika ia putih, ia pun berwarna putih yang teguh, suci. Jarang mawar berwarna merah muda, meskipun mungkin ada.
Bunga mawar beraroma harum, kelopak-kelopaknya begitu tertata, banyak, dan melindungi benang sarinya dengan seksama. Mawar juga tidak mudah menggugurkan mahkota-mahkota bunganya, aku membuktikannya, betapa mawar tetap bermahkota dan berkelopak meskipun mungkin bila ia dipetik dengan tangkainya dan ia diletakkan tanpa air, ia mungkin layu, tapi mahkotanya tidak gugur!
Bunga itu masih lagi dilindungi kelopaknya yang tak kalah teguh. Bukan itu saja! Kau tahu, sahabat ? Mawar begitu sulit terjangkau! Ya! Kita harus berhati-hati memetiknya sebab tangkainya yang meskipun kecil namun kokoh itu berduri.
Begitulah. Setiap bagian dari mawar sempat kuamati. Setiap bagian bunganya begitu mantap dan teguh, selain bentuknya yang indah dan baunya yang harum. Mawar begitu mempesona.
Mawar begitu misterius, elegan . Bentuk dan aromanya yang mempesona, semua membuat orang ingin menikmatinya, memetiknya, memilikinya. Tapi, ternyata tidak mudah mendapatkannya. Untuk memetiknya kita harus berhati-hati agar durinya tidak melukai. Tidak sembarangan kita bisa sambil lalu memetiknya, bila kita tidak ingin’diserang’ oleh durinya. Tangkainya juga tidak mudah dipatahkan. Bila kalian pernah mengalami, kita harus menggunakan alat (gunting, pisau) untuk memotongnya. Iya kan ?
Hmmmmmm……….Begitulah. Mawar. Kau tau sahabat, bahwa ada wanita-wanita seperti mawar. Tapi, mungkin tidak banyak. Dan seorang muslimah yang seperti mawar??? Wah tentu lebih sedikit lagi.
Aku tidak sedang membicarakan kecantikan fisik, meskipun jika itu ada dalam diri seseorang, kita tak bisa menyangkal untuk memujinya.
Wanita atau muslimah yang seperti mawar, begitu enak dipandang. Kecantikannya terpancar dari sebuah keteguhan yang dalam. Kalaupun dia memang dianugerahi kecantikan fisik oleh Allah, dia akan semakin cantik. Kalaupun secara fisik dia tidak tergolong ‘begitu cantik’ namun dia memancarkan kecantikan yang lain. Kecantikan yang membawanya pada sebuah derajat yang begitu tinggi. Elegan.
Wanita yang seperti bunga mawar memiliki keteguhan prinsip, dia mengerti setiap detil dari dirinya begitu berharga, untuk itulah dia menjaganya, melindunginya dengan seksama. Lihat betapa banyak ‘senjata’ yang dimiliki mawar untuk melindungi putik dan benang sarinya. Itulah , perempuan apalagi perempuan Islam, dituntunkan untuk selalu menjaga dirinya, karena setiap bagian jasad, ruh dan akalnya memiliki potensi keindahan.
Wanita atau perempuan yang berkarakter mawar juga sangat teguh pendiriannya. Dia tidak mudah meluruhkan harga dirinya untuk hal-hal yang tidak sesuai dengan jalan perinsipnya. Lihat, betapa mawar tidak mudah menggugurkan mahkota bunganya meskipun ia layu. Perempuan-perempuan seteguh mawar tidak akan meluruhkan kehormatannya . Dia akan menjaganya meskipun ia harus berjuang untuk itu. Keadaan tidak membuatnya cengeng.
Satu lagi, sahabat. Mawar tidak mudah dipetik. Perempuan-perempuan yang teguh dan meneguhkan, cerdas dan mencerdaskan, baik dan memperbaiki akan memancarkan banyak energi. Semua orang tahu bahwa dia memiliki banyak pesona. Namun pesona itu tidak membuatnya lengah. Pun begitu, perempuan-perempuan berkarakter mawar selalu memancarkan keramahan, kebaikan. Tapi untuk mendapatkannya? Nanti dulu! Bukan jual mahal, tapi ia memiliki izzah (harga diri, kehormatan, rasa PD, bangga bukan karena dirinya tapi ‘bangga’ karena ia memegang teguh Islam dan segala peraturannya).
Pesona mawar membuat orang tidak berani mempermainkannya. Pesona karakter ‘mawar’ akan menyeleksi siapa yang beruntung mendapatkannya dengan cara yang baik, bukan menyerobot apalagi memetiknya dengan paksa! Sebab jika itu dilakukan, Sang Mawar akan melukai tangan pemetiknya yang kasar dan tidak beradab, iya kan?
Maka, siapapun yang ingin memetik mawar-mawar muslimah itu, ia haruslah seorang yang memiliki keteguhan dan daya juang! Ia harus meminta mawar-mawar muslimah itu dari pemiliknya. Siapa pemiliknya? Sang pencinta mawar itu dan pemilik kebun mawar yang sejak kecil merawat dan menjaga Sang mawar agar tumbuh menjadi muslimah yang teguh.
Bagaimana? Jika kalian baca tulisanku ini dan kalian seorang perempuan, muslimah, semoga kalian bergegas untuk menjadi kuntum mawar terindah di kebun rumah orang tua kalian. Jika kalian seorang laki-laki, seorang muslim, dan sedang ‘mengagumi’ salah satu kuntum mawar itu, bersiaplah untuk menjadi pemetiknya yang ‘sekufu’, bukan karena hal-hal yang tampak, tapi dari cara kalian memetiknya!
Ketuklah pintu pagar dimana mawar itu tumbuh, datangi keluarga dimana mawar itu tumbuh dan terjaga (jangan asal slonong apalagi merusak dan memaksanya!) kemudian mohonlah pada Sang Pencipta mawar itu karena Dialah pemilik dan pemeliharanya yang hakiki. Mohonlah agar Ia berkenan menjadikan kalian sepasang insan yang menebarkan kebaikan di taman bumi dan mengetuk surga dengan keagungan yang terjaga!
Bunga mawar beraroma harum, kelopak-kelopaknya begitu tertata, banyak, dan melindungi benang sarinya dengan seksama. Mawar juga tidak mudah menggugurkan mahkota-mahkota bunganya, aku membuktikannya, betapa mawar tetap bermahkota dan berkelopak meskipun mungkin bila ia dipetik dengan tangkainya dan ia diletakkan tanpa air, ia mungkin layu, tapi mahkotanya tidak gugur!
Bunga itu masih lagi dilindungi kelopaknya yang tak kalah teguh. Bukan itu saja! Kau tahu, sahabat ? Mawar begitu sulit terjangkau! Ya! Kita harus berhati-hati memetiknya sebab tangkainya yang meskipun kecil namun kokoh itu berduri.
Begitulah. Setiap bagian dari mawar sempat kuamati. Setiap bagian bunganya begitu mantap dan teguh, selain bentuknya yang indah dan baunya yang harum. Mawar begitu mempesona.
Mawar begitu misterius, elegan . Bentuk dan aromanya yang mempesona, semua membuat orang ingin menikmatinya, memetiknya, memilikinya. Tapi, ternyata tidak mudah mendapatkannya. Untuk memetiknya kita harus berhati-hati agar durinya tidak melukai. Tidak sembarangan kita bisa sambil lalu memetiknya, bila kita tidak ingin’diserang’ oleh durinya. Tangkainya juga tidak mudah dipatahkan. Bila kalian pernah mengalami, kita harus menggunakan alat (gunting, pisau) untuk memotongnya. Iya kan ?
Hmmmmmm……….Begitulah. Mawar. Kau tau sahabat, bahwa ada wanita-wanita seperti mawar. Tapi, mungkin tidak banyak. Dan seorang muslimah yang seperti mawar??? Wah tentu lebih sedikit lagi.
Aku tidak sedang membicarakan kecantikan fisik, meskipun jika itu ada dalam diri seseorang, kita tak bisa menyangkal untuk memujinya.
Wanita atau muslimah yang seperti mawar, begitu enak dipandang. Kecantikannya terpancar dari sebuah keteguhan yang dalam. Kalaupun dia memang dianugerahi kecantikan fisik oleh Allah, dia akan semakin cantik. Kalaupun secara fisik dia tidak tergolong ‘begitu cantik’ namun dia memancarkan kecantikan yang lain. Kecantikan yang membawanya pada sebuah derajat yang begitu tinggi. Elegan.
Wanita yang seperti bunga mawar memiliki keteguhan prinsip, dia mengerti setiap detil dari dirinya begitu berharga, untuk itulah dia menjaganya, melindunginya dengan seksama. Lihat betapa banyak ‘senjata’ yang dimiliki mawar untuk melindungi putik dan benang sarinya. Itulah , perempuan apalagi perempuan Islam, dituntunkan untuk selalu menjaga dirinya, karena setiap bagian jasad, ruh dan akalnya memiliki potensi keindahan.
Wanita atau perempuan yang berkarakter mawar juga sangat teguh pendiriannya. Dia tidak mudah meluruhkan harga dirinya untuk hal-hal yang tidak sesuai dengan jalan perinsipnya. Lihat, betapa mawar tidak mudah menggugurkan mahkota bunganya meskipun ia layu. Perempuan-perempuan seteguh mawar tidak akan meluruhkan kehormatannya . Dia akan menjaganya meskipun ia harus berjuang untuk itu. Keadaan tidak membuatnya cengeng.
Satu lagi, sahabat. Mawar tidak mudah dipetik. Perempuan-perempuan yang teguh dan meneguhkan, cerdas dan mencerdaskan, baik dan memperbaiki akan memancarkan banyak energi. Semua orang tahu bahwa dia memiliki banyak pesona. Namun pesona itu tidak membuatnya lengah. Pun begitu, perempuan-perempuan berkarakter mawar selalu memancarkan keramahan, kebaikan. Tapi untuk mendapatkannya? Nanti dulu! Bukan jual mahal, tapi ia memiliki izzah (harga diri, kehormatan, rasa PD, bangga bukan karena dirinya tapi ‘bangga’ karena ia memegang teguh Islam dan segala peraturannya).
Pesona mawar membuat orang tidak berani mempermainkannya. Pesona karakter ‘mawar’ akan menyeleksi siapa yang beruntung mendapatkannya dengan cara yang baik, bukan menyerobot apalagi memetiknya dengan paksa! Sebab jika itu dilakukan, Sang Mawar akan melukai tangan pemetiknya yang kasar dan tidak beradab, iya kan?
Maka, siapapun yang ingin memetik mawar-mawar muslimah itu, ia haruslah seorang yang memiliki keteguhan dan daya juang! Ia harus meminta mawar-mawar muslimah itu dari pemiliknya. Siapa pemiliknya? Sang pencinta mawar itu dan pemilik kebun mawar yang sejak kecil merawat dan menjaga Sang mawar agar tumbuh menjadi muslimah yang teguh.
Bagaimana? Jika kalian baca tulisanku ini dan kalian seorang perempuan, muslimah, semoga kalian bergegas untuk menjadi kuntum mawar terindah di kebun rumah orang tua kalian. Jika kalian seorang laki-laki, seorang muslim, dan sedang ‘mengagumi’ salah satu kuntum mawar itu, bersiaplah untuk menjadi pemetiknya yang ‘sekufu’, bukan karena hal-hal yang tampak, tapi dari cara kalian memetiknya!
Ketuklah pintu pagar dimana mawar itu tumbuh, datangi keluarga dimana mawar itu tumbuh dan terjaga (jangan asal slonong apalagi merusak dan memaksanya!) kemudian mohonlah pada Sang Pencipta mawar itu karena Dialah pemilik dan pemeliharanya yang hakiki. Mohonlah agar Ia berkenan menjadikan kalian sepasang insan yang menebarkan kebaikan di taman bumi dan mengetuk surga dengan keagungan yang terjaga!
Bunga Mawar
Sahabat, pasti kau tahu bunga mawar. Bunga yang sering menjadi lambang dari cinta, romantisme, bunga yang warnanya tegas, jika ia berwarna merah, maka ia akan berwarna merah darah, pekat! Jika ia putih, ia pun berwarna putih yang teguh, suci. Jarang mawar berwarna merah muda, meskipun mungkin ada.
Bunga mawar beraroma harum, kelopak-kelopaknya begitu tertata, banyak, dan melindungi benang sarinya dengan seksama. Mawar juga tidak mudah menggugurkan mahkota-mahkota bunganya, aku membuktikannya, betapa mawar tetap bermahkota dan berkelopak meskipun mungkin bila ia dipetik dengan tangkainya dan ia diletakkan tanpa air, ia mungkin layu, tapi mahkotanya tidak gugur!
Bunga itu masih lagi dilindungi kelopaknya yang tak kalah teguh. Bukan itu saja! Kau tahu, sahabat ? Mawar begitu sulit terjangkau! Ya! Kita harus berhati-hati memetiknya sebab tangkainya yang meskipun kecil namun kokoh itu berduri.
Begitulah. Setiap bagian dari mawar sempat kuamati. Setiap bagian bunganya begitu mantap dan teguh, selain bentuknya yang indah dan baunya yang harum. Mawar begitu mempesona.
Mawar begitu misterius, elegan . Bentuk dan aromanya yang mempesona, semua membuat orang ingin menikmatinya, memetiknya, memilikinya. Tapi, ternyata tidak mudah mendapatkannya. Untuk memetiknya kita harus berhati-hati agar durinya tidak melukai. Tidak sembarangan kita bisa sambil lalu memetiknya, bila kita tidak ingin’diserang’ oleh durinya. Tangkainya juga tidak mudah dipatahkan. Bila kalian pernah mengalami, kita harus menggunakan alat (gunting, pisau) untuk memotongnya. Iya kan ?
Hmmmmmm……….Begitulah. Mawar. Kau tau sahabat, bahwa ada wanita-wanita seperti mawar. Tapi, mungkin tidak banyak. Dan seorang muslimah yang seperti mawar??? Wah tentu lebih sedikit lagi.
Aku tidak sedang membicarakan kecantikan fisik, meskipun jika itu ada dalam diri seseorang, kita tak bisa menyangkal untuk memujinya.
Wanita atau muslimah yang seperti mawar, begitu enak dipandang. Kecantikannya terpancar dari sebuah keteguhan yang dalam. Kalaupun dia memang dianugerahi kecantikan fisik oleh Allah, dia akan semakin cantik. Kalaupun secara fisik dia tidak tergolong ‘begitu cantik’ namun dia memancarkan kecantikan yang lain. Kecantikan yang membawanya pada sebuah derajat yang begitu tinggi. Elegan.
Wanita yang seperti bunga mawar memiliki keteguhan prinsip, dia mengerti setiap detil dari dirinya begitu berharga, untuk itulah dia menjaganya, melindunginya dengan seksama. Lihat betapa banyak ‘senjata’ yang dimiliki mawar untuk melindungi putik dan benang sarinya. Itulah , perempuan apalagi perempuan Islam, dituntunkan untuk selalu menjaga dirinya, karena setiap bagian jasad, ruh dan akalnya memiliki potensi keindahan.
Wanita atau perempuan yang berkarakter mawar juga sangat teguh pendiriannya. Dia tidak mudah meluruhkan harga dirinya untuk hal-hal yang tidak sesuai dengan jalan perinsipnya. Lihat, betapa mawar tidak mudah menggugurkan mahkota bunganya meskipun ia layu. Perempuan-perempuan seteguh mawar tidak akan meluruhkan kehormatannya . Dia akan menjaganya meskipun ia harus berjuang untuk itu. Keadaan tidak membuatnya cengeng.
Satu lagi, sahabat. Mawar tidak mudah dipetik. Perempuan-perempuan yang teguh dan meneguhkan, cerdas dan mencerdaskan, baik dan memperbaiki akan memancarkan banyak energi. Semua orang tahu bahwa dia memiliki banyak pesona. Namun pesona itu tidak membuatnya lengah. Pun begitu, perempuan-perempuan berkarakter mawar selalu memancarkan keramahan, kebaikan. Tapi untuk mendapatkannya? Nanti dulu! Bukan jual mahal, tapi ia memiliki izzah (harga diri, kehormatan, rasa PD, bangga bukan karena dirinya tapi ‘bangga’ karena ia memegang teguh Islam dan segala peraturannya).
Pesona mawar membuat orang tidak berani mempermainkannya. Pesona karakter ‘mawar’ akan menyeleksi siapa yang beruntung mendapatkannya dengan cara yang baik, bukan menyerobot apalagi memetiknya dengan paksa! Sebab jika itu dilakukan, Sang Mawar akan melukai tangan pemetiknya yang kasar dan tidak beradab, iya kan?
Maka, siapapun yang ingin memetik mawar-mawar muslimah itu, ia haruslah seorang yang memiliki keteguhan dan daya juang! Ia harus meminta mawar-mawar muslimah itu dari pemiliknya. Siapa pemiliknya? Sang pencinta mawar itu dan pemilik kebun mawar yang sejak kecil merawat dan menjaga Sang mawar agar tumbuh menjadi muslimah yang teguh.
Bagaimana? Jika kalian baca tulisanku ini dan kalian seorang perempuan, muslimah, semoga kalian bergegas untuk menjadi kuntum mawar terindah di kebun rumah orang tua kalian. Jika kalian seorang laki-laki, seorang muslim, dan sedang ‘mengagumi’ salah satu kuntum mawar itu, bersiaplah untuk menjadi pemetiknya yang ‘sekufu’, bukan karena hal-hal yang tampak, tapi dari cara kalian memetiknya!
Ketuklah pintu pagar dimana mawar itu tumbuh, datangi keluarga dimana mawar itu tumbuh dan terjaga (jangan asal slonong apalagi merusak dan memaksanya!) kemudian mohonlah pada Sang Pencipta mawar itu karena Dialah pemilik dan pemeliharanya yang hakiki. Mohonlah agar Ia berkenan menjadikan kalian sepasang insan yang menebarkan kebaikan di taman bumi dan mengetuk surga dengan keagungan yang terjaga!
Bunga mawar beraroma harum, kelopak-kelopaknya begitu tertata, banyak, dan melindungi benang sarinya dengan seksama. Mawar juga tidak mudah menggugurkan mahkota-mahkota bunganya, aku membuktikannya, betapa mawar tetap bermahkota dan berkelopak meskipun mungkin bila ia dipetik dengan tangkainya dan ia diletakkan tanpa air, ia mungkin layu, tapi mahkotanya tidak gugur!
Bunga itu masih lagi dilindungi kelopaknya yang tak kalah teguh. Bukan itu saja! Kau tahu, sahabat ? Mawar begitu sulit terjangkau! Ya! Kita harus berhati-hati memetiknya sebab tangkainya yang meskipun kecil namun kokoh itu berduri.
Begitulah. Setiap bagian dari mawar sempat kuamati. Setiap bagian bunganya begitu mantap dan teguh, selain bentuknya yang indah dan baunya yang harum. Mawar begitu mempesona.
Mawar begitu misterius, elegan . Bentuk dan aromanya yang mempesona, semua membuat orang ingin menikmatinya, memetiknya, memilikinya. Tapi, ternyata tidak mudah mendapatkannya. Untuk memetiknya kita harus berhati-hati agar durinya tidak melukai. Tidak sembarangan kita bisa sambil lalu memetiknya, bila kita tidak ingin’diserang’ oleh durinya. Tangkainya juga tidak mudah dipatahkan. Bila kalian pernah mengalami, kita harus menggunakan alat (gunting, pisau) untuk memotongnya. Iya kan ?
Hmmmmmm……….Begitulah. Mawar. Kau tau sahabat, bahwa ada wanita-wanita seperti mawar. Tapi, mungkin tidak banyak. Dan seorang muslimah yang seperti mawar??? Wah tentu lebih sedikit lagi.
Aku tidak sedang membicarakan kecantikan fisik, meskipun jika itu ada dalam diri seseorang, kita tak bisa menyangkal untuk memujinya.
Wanita atau muslimah yang seperti mawar, begitu enak dipandang. Kecantikannya terpancar dari sebuah keteguhan yang dalam. Kalaupun dia memang dianugerahi kecantikan fisik oleh Allah, dia akan semakin cantik. Kalaupun secara fisik dia tidak tergolong ‘begitu cantik’ namun dia memancarkan kecantikan yang lain. Kecantikan yang membawanya pada sebuah derajat yang begitu tinggi. Elegan.
Wanita yang seperti bunga mawar memiliki keteguhan prinsip, dia mengerti setiap detil dari dirinya begitu berharga, untuk itulah dia menjaganya, melindunginya dengan seksama. Lihat betapa banyak ‘senjata’ yang dimiliki mawar untuk melindungi putik dan benang sarinya. Itulah , perempuan apalagi perempuan Islam, dituntunkan untuk selalu menjaga dirinya, karena setiap bagian jasad, ruh dan akalnya memiliki potensi keindahan.
Wanita atau perempuan yang berkarakter mawar juga sangat teguh pendiriannya. Dia tidak mudah meluruhkan harga dirinya untuk hal-hal yang tidak sesuai dengan jalan perinsipnya. Lihat, betapa mawar tidak mudah menggugurkan mahkota bunganya meskipun ia layu. Perempuan-perempuan seteguh mawar tidak akan meluruhkan kehormatannya . Dia akan menjaganya meskipun ia harus berjuang untuk itu. Keadaan tidak membuatnya cengeng.
Satu lagi, sahabat. Mawar tidak mudah dipetik. Perempuan-perempuan yang teguh dan meneguhkan, cerdas dan mencerdaskan, baik dan memperbaiki akan memancarkan banyak energi. Semua orang tahu bahwa dia memiliki banyak pesona. Namun pesona itu tidak membuatnya lengah. Pun begitu, perempuan-perempuan berkarakter mawar selalu memancarkan keramahan, kebaikan. Tapi untuk mendapatkannya? Nanti dulu! Bukan jual mahal, tapi ia memiliki izzah (harga diri, kehormatan, rasa PD, bangga bukan karena dirinya tapi ‘bangga’ karena ia memegang teguh Islam dan segala peraturannya).
Pesona mawar membuat orang tidak berani mempermainkannya. Pesona karakter ‘mawar’ akan menyeleksi siapa yang beruntung mendapatkannya dengan cara yang baik, bukan menyerobot apalagi memetiknya dengan paksa! Sebab jika itu dilakukan, Sang Mawar akan melukai tangan pemetiknya yang kasar dan tidak beradab, iya kan?
Maka, siapapun yang ingin memetik mawar-mawar muslimah itu, ia haruslah seorang yang memiliki keteguhan dan daya juang! Ia harus meminta mawar-mawar muslimah itu dari pemiliknya. Siapa pemiliknya? Sang pencinta mawar itu dan pemilik kebun mawar yang sejak kecil merawat dan menjaga Sang mawar agar tumbuh menjadi muslimah yang teguh.
Bagaimana? Jika kalian baca tulisanku ini dan kalian seorang perempuan, muslimah, semoga kalian bergegas untuk menjadi kuntum mawar terindah di kebun rumah orang tua kalian. Jika kalian seorang laki-laki, seorang muslim, dan sedang ‘mengagumi’ salah satu kuntum mawar itu, bersiaplah untuk menjadi pemetiknya yang ‘sekufu’, bukan karena hal-hal yang tampak, tapi dari cara kalian memetiknya!
Ketuklah pintu pagar dimana mawar itu tumbuh, datangi keluarga dimana mawar itu tumbuh dan terjaga (jangan asal slonong apalagi merusak dan memaksanya!) kemudian mohonlah pada Sang Pencipta mawar itu karena Dialah pemilik dan pemeliharanya yang hakiki. Mohonlah agar Ia berkenan menjadikan kalian sepasang insan yang menebarkan kebaikan di taman bumi dan mengetuk surga dengan keagungan yang terjaga!
Langganan:
Postingan (Atom)